√ Ekonomi Kreatif: Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, dan Perkembangannya di Indonesia PDF

Ekonomi Kreatif


Pengertian Ekonomi Kreatif

Ekonomi kreatif adalah sebuah konsep ekonomi yang mana faktor produksinya lebih mengutamakan pada ide serta pengetahuan sumber daya manusia. Hal ini sangat dimungkinkan untuk dapat menggerakkan roda perekonomian, sebab dalam ekonomi kreatif aset utamanya adalah kreatifitas, ide serta pengetahuan dari manusia itu sendiri.

Dari waktu ke waktu, ekonomi berkembang hingga sampai pada taraf ekonomi kreatif yang mana sebelumnya dunia dihadapkan dengan konsep ekonomi informasi dimana informasi menjadi yang paling utama dalam hal perkembangan ekonomi.

Pengertian Ekonomi Kreatif Menurut Para Ahli

A. Howkins

Howkins mengartikan ekonomi kreatif itu terdiri dari periklanan, arsitektur, seni, kerajinan. desain, fashion, film, musik, seni pertunjukkan, penerbitan, penelitian dan pengembangan (R&D), perangkat lunak, mainan dan permainan, televisi dan radio, dan permainan video.

B. Institute For Development Economy and Finance

Menurut Institute For Development Economy and Finance ekonomi kreatif didefinisikan sebagai berikut yakni ekonomi kreatif merupakan proses peningkatan nilai tambah hasil dari eksploitasi kekayaan intelektual berupa kreativitas, keahlihan dan bakat individu menjadi suatu produk yang dapat dijual.

C. Departemen Perdagangan Republik Indonesia

Sedangkan Departemen Perdagangan Republik Indonesia, mengartikan ekonomi kreatif sebagai industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan, serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.

Ciri-Ciri Ekonomi Kreatif

  1. Adanya unsur kreatifitas, keahlian, serta talenta yang menjadi nilai jual dalam penawaran kreasi intelektual.
  2. Butuh kerja sama dari berbagai kalangan
  3. Produk yang dihasilkan mudah sekali ditiru, mempunyai margin yang sangat tinggi, beranekaragam, serta mempunyai tingkat persaingan yang tinggi.
  4. Berbasis pada ide dan gagasan serta bersifat relatif.

Jenis Ekonomi Kreatif

Berdasarkan buku Pengembangan Industri Kreatif 2025, ekonomi kreatif itu dibagi ke dalam 14 sektor yang terdiri dari:

#1. Arsitektur

Kegiatan kreatif dalam sektor ini yakni berkaitan dengan jasa desain bangunan, perencanaan biaya, kontruksi, konservasi, bangunan cagar budaya, pengawasan kontruksi dari tingkat makro (perencanaan kota, desain perkotaan, landscape arsitektur) hingga sampai tingkat mikro (detail konstruksi, seperti; arsitektur taman, desain pedalaman).

#2. Periklanan

Kegiatan kreatif sektor periklanan yaitu meliputi proses kreasi, produksi serta distribusi dari iklan yang dihasilkan, seperti riset pasar, perencanaan komunikasi iklan, iklan luar ruang, produksi material iklan, promosi kampanye relasi publik, tampilan iklan di media cetak dan elektronik, pemasangan berbagai macam poster dan gambar, menyebar selebaran, pamflet, edaran, brosur dan reklame, distribusi dan pengiriman bahan iklan, serta penyewaan kolom untuk iklan.

#3. Pasar Barang Seni

Kegiatan kreatif sektor Pasar barang seni yakni terkait dengan jual beli barang asli, unik, dan langka serta mempunyai nilai estetika seni yang cukup tinggi melalui lelang, galeri, toko, pasar swalayan, dan internet. Contohnya seperti alat musik, percetakan, automobile, kerajinan, film indie-dokumenter, seni rupa serta lukisan.

#4. Desain

Kegiatan kreatif sektor desain yakni terkait dengan desain grafis, interior, produk, industri, konsultasi identitas perusahaan dan jasa riset pemasaran, serta produksi kemasan dan jasa packing.

#5. Kerajinan 

Kegiatan kreatif sektor kerajinan yakni berkaitan dengan kreasi produksi dan distribusi produk yang dibuat serta dihasilkan oleh tenaga pengrajin yang berawal dari desain sampai dengan penyelesaian produknya, di antaranya adalah seperti barang kerajinan yang terbuat dari batu berharga, serat alam maupun buatan, kulit, rotan, bambu, kayu, logam, kaca, porselin, kain, marmer, tanah liat serta kapur. Skala produksi untuk produk kerajinan biasanya berskala kecil.

#6. Fashion

Kegiatan kreatif sektor fashion yakni berkaitan dengan kreasi desain pakaian, alas kaki, dan desain aksesoris mode lainnya, produksi pakaian mode dan aksesorisnya, konsultasi lini produk fashion, serta distribusi produk fashion.

#7. Permainan atau game Interaktif

Kegiatan kreatif sektor game interaktif yakni terkait dengan kreasi produksi, distribusi game PC dan video yang bersifat hiburan, ketangkasan serta edukasi. Sub-sektor game interaktif sebagai hiburan semata tetapi juga sebagai alat bantu pembelajaran atau edukasi.

#8. Film, Video, dan Fotografi 

Kegiatan kreatif sektor Film, Video, dan Fotografi yakni terkait dengan kreasi produksi foto, video, dan jasa fotografi, serta distribusi rekaman video dan film. Termasuk di dalamnya penulisan skrip, dubbing film, sinematografi, sinetron, dan pameran film.

#9. Musik

Kegiatan kreatif sektor musik yakni terkait dengan kreasi atau komposisi, pertunjukan, reproduksi, serta distribusi rekaman suara atau lagu.

#10. Seni Drama atau Pertunjukan

Kegiatan kreatif sektor Seni Drama atau Pertunjukan yakni terkait dengan usaha pengembangan konten, produksi pertunjukan, desain dan pembuatan busana pertunjukan, mengatur panggung, serta mengatur pencahayaan.

#11. Layanan Komputer serta Piranti Lunak

Kegiatan kreatif sektor Layanan Komputer serta Piranti Lunak yaitu terkait dengan mengembangkan teknologi informasi yang di dalamnya termasuk jasa layanan komputer, pengembangan database, pengolahan data, pengembangan aplikasi, desain dan analisis sistem, desain arsitekter aplikasi, desain prasarana software dan hardware, serta desain portal yang juga termasuk perawatannya.

#12. Penerbitan dan Percetakan

Kegiatan kreatif sektor Penerbitan dan Percetakan yaitu terkait dengan penerbitan buku, jurnal, surat kabar, majalah, tabloid, dan konten digital serta kegiatan kantor berita dan pencari berita. Sub-sektor ini juga mencakup penerbiatan perangko, bahan uang kertas, cek kosong, giro, saham, obligasi, paspor, tiket pesawat, dan lain sebaginya. Termasuk juga di dalamnya penerbitan foto, ukiran, dan kartu pos, poster, percetakan barang, dan juga termasuk cuplikan film.

#13. Radio dan Televisi

Kegiatan kreatif sektor radio dan televisi berkaitan dengan produksi dan pengemasan, acara televisi, penyiaran dan transmisi konten televisi dan radio, yang juga termasuk kegiatan stasiun relay televisi maupun radio.

#14. Riset dan Pengembangan

Kegiatan kreatif sektor riset dan pengembangan berkaitan dengan penemuan ilmu dan teknologi serta menerapkan temuan tersebut untuk perbaikan suatu produk atau pembuatan produk baru, proses baru, material baru, metode baru, alat baru, dan teknologi baru yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar termasuk yang berkaitan dengan penelitian dan pengembangan bahasa, sastra dan seni, serta jasa konsultasi bisnis dan manajemen.

Bagaimana Perkembangan Ekonomi Kreatif di Indonesia?

Pada tahun 2006 Presiden Indonesia kala itu menginstruksikan untuk memberi instruksi untuk mengembangkan ekonomi kreatif. Prosesnya diwujudkan dengan cara membentuk Indonesia Design Tower oleh Departemen Perdagangan agar ekonomi kreatif di Indonesia bisa terbantu.

Kemudian Studi Pemetaan Kontribusi Industri Kreatif Indonesia 2007 dilakukan di Trade Expo Indonesia.  Lalu di tahun 2008 diluncurkanlah Cetak Biru Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2025 serta Cetak Biru Pengembangan Sub-sektor Industri Kreatif Indonesia.

Agar dapat mewujudkan Indonesia kreatif tahun 2009 maka diadakanlah Pekan Produk Kreatif serta Pameran Ekonomi Kreatif yang berlangsung setiap tahun.

Download Artikel Ini

Kesimpulan

Itu tadi adalah sedikit pembahasan mengenai Ekonomi Kreatif. Sekian dari kami semoga bermanfaat dan terima kasih.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter