√ Kenalan Dengan Rasio Profitabilitas Mulai Dari Pengertian, Manfaat, dan Jenis Beserta Rumusnya PDF

rasio profitabilitas

Pengertian Rasio Profitabilitas

Rasio profitabilitas adalah rasio yang banyak digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba atas penjualan, aset serta ekuitasnya selama periode tertentu. Perusahaan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut beroperasi dengan tingkat biaya yang rendah namun dapat menghasilkan keuntungan yang tinggi. 

Tujuan dan Manfaat Rasio Profitabilitas

Adapun tujuan dan manfaat rasio profitabilitas bagi dalam maupun pihak luar perusahaan adalah sebagai berikut: 

Tujuan:

Tujuan dari rasio profitabilitas menurut Kasmir adalah sebagai berikut:
  • Menganalisis besarnya laba yang didapat oleh sebuah perusahaan.
  • Digunakan untuk membandingkan antara laba perusahaan tahun sekarang dengan tahun yang lalu.
  • Untuk menganalisis perkembangan laba perusahaan dari tahun ke tahun.
  • Untuk menganalisis kinerja setiap pegawai dalam suatu perusahaan.
  • Untuk menganalisis perbandingan antara besarnya laba yang telah dikurangi pajak dengan modal sendiri.

Manfaat:

Adapun manfaat dari rasio profitabilitas adalah sebagai berikut:
  • Berguna untuk melihat tingkat besarnya laba yang diperoleh perusahaan dalam kurun waktu satu tahun.
  • Berguna untuk melihat posisi laba perusahaan dari tahun sekarang dan tahun sebelumnya.
  • Berguna untuk mengetahui perkembangan laba yang diperoleh suatu perusahaan dari tahun ke tahun.
  • Berguna untuk melihat besarnya laba bersih yang diperoleh perusahaan setelah dikurangi pajak.

Jenis-Jenis Rasio Profitabilitas Beserta Rumusnya

Rasio profitabilitas dapat dibagi menjadi beberapa jenis yakni sebagai berikut:

B. Gross Profit Margin (GPM)

Gross Profit Margin adalah jumlah persentase laba kotor yang didapatkan dari hasil penjualan. Semakin besar GPM suatu perusahaan itu dapat mengindikasi bahwa perusahaan tersebut sangat efisien dalam kegiatan operasionalnya.

Rumus yang digunakan untuk menghitung GPM adalah sebagai berikut:

GPM = (Laba Kotor : Penjualan) x 100%

Contoh:

Perusahaan DEF adalah perusahaan sepatu, pada tahun 2019 memperoleh pendapatan dari hasil penjualan sepatu sebesar Rp 4.500.000.000. Kemudian laba kotor yang diperoleh perusahaan sebesar Rp 2.300.000.000. Berapa persentase GPM Perusahaan DEF?

Pendapatan dari hasil jualan sepatu = Rp 4.500.000.000
Laba kotor perusahaan = Rp 2.300.000.000

Jawab!

GPM = (2.300.000.000 : 4.500.000.000) x 100%
GPM =  51,1%

Jadi NPM perusahaan DEF sebesar 51,1%

B. Net Profit Margin (NPM)

Net Profit Margin (NPM) adalah jumlah persentase laba bersih yang didapatkan dari hasil penjualan dan sudah dikurangi pajak. Semakin tinggi persentase NPM suatu perusahaan maka dapat dikatakan bahwa perusahaan tersebut kegiatan operasinya semakin baik.

Rumus yang digunakan untuk menghitung NPM adalah sebagai berikut:

NPM = Laba Bersih Setelah Pajak : Penjualan

Contoh:

Perusahaan ABC pada tahun 2019 memperoleh pendapatan dari hasil penjualan sepeda sebesar Rp 1.500.000.000. Kemudian laba bersih yang telah dikurangi pajak pada tahun yang sama sebesar Rp 250.000.000. Berapa persentase NPM Perusahaan ABC?

Pendapatan dari jualan sepeda = Rp 1.500.000.000
Laba bersih setelah pajak = Rp 250.000.000

Jawab!

NPM = 250.000.000 : 1.500.000.000 = 0,16
NPM = (0,16 x 100) = 16%

Jadi NPM perusahaan ABC sebesar 16%

C. Return On Assets (ROA)

Return on Assets (ROA) adalah hasil perbandingan antara jumlah laba perusahaan dengan total asetnya. Semakin tinggi ROA maka perusahaan dalam mengelola asetnya juga semakin baik.

Rumus yang digunakan untuk menghitung ROA adalah sebagai berikut:

ROA = Laba Bersih : Total Aset

Contoh:

Jika perusahaan mempunyai laba bersih sebesar Rp 254.000.000.000 dengan nilai total keseluruhan aset sebesar Rp 4.600.000.000.000. Maka berapa besar ROA perusahaan tersebut?

Jawab!

ROA = 254.000.000.000 : 4.600.000.000.000
ROA = 0,055 x 100% = 5,5%

Jadi ROA perusahaan tersebut sebesar 5,5%

D. Return on Equity (ROE)

Return on Equity (ROE) adalah jumlah perbandingan antara total laba bersih dengan total ekuitas. Rasio ini digunakan untuk mengukur berhasil atau tidaknya perusahaan dalam mengelola modalnya untuk menghasilkan keuntungan bagi para pemegang saham. 

Rumus yang digunakan untuk menghitung ROE adalah sebagai berikut:

ROE = Laba Bersih Setelah Pajak : Ekuitas

Contoh:

Dalam laporan keuangan PT A, laba bersih setelah pajak PT A adalah sebesar Rp 540.000.000 dengan total ekuitas para pemegang saham sebesar Rp 1.200.000.000. Maka berapakah persentase ROE PT A?

Jawab!

ROE = 540.000.000 : 1.200.000.000
ROE = 0,45 x 100% = 45%

Jadi ROA perusahaan tersebut sebesar 45%

E. Return On Investment (ROI) 

Return on Investment adalah jumlah laba bersih setelah pajak terhadap nilai total aktiva. Rasio ini sangat berguna untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan terhadap jumlah nilai aktiva perusahaan.

Rumus yang digunakan untuk menghitung ROI adalah sebagai berikut:

ROI = ((Laba atas investasi-investasi awal) : Investasi) x 100%

Contoh:

Perusahaan B melakukan investasi pada perusahaan C dengan total nilai investasi sebesar Rp 750.000.000, kemudian setahun berselang perusahaan C memperoleh laba yang besar yakni sebesar 2.500.000.000. Maka berapa persentase ROI-nya?

Jawab!

ROI = ((2.500.000.000 - 750.000.000) : 750.000.000) x 100%
ROI = 233%

Jadi ROI perusahaan tersebut sebesar 233%

F. Earning Per Share (EPS)

Earning per Share (EPS) adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dalam setiap lembar saham yang beredar. Semakin tinggi EPS suatu perusahaan maka semakin besar pula keuntungan yang dihasilkan kepada investor dari setiap lembar saham yang mereka miliki.

Rumus yang digunakan untuk menghitung EPS adalah sebagai berikut:

EPS = (Laba Bersih Setelah Pajak–Dividen Saham Preferen) : Jumlah Saham Biasa yang Beredar

Contoh: 
Dalam Laporan keuangan PT A mempunyai jumlah saham yang beredar sebanyak 2 juta lembar, laba bersih perusahaan A sebesar Rp 250.000.000. Kemudian PT A memutuskan untuk membagikan dividen kepada para pemegang saham sebesar 75% dari total laba bersih atau sebesar Rp 187.500.000. Maka berapakan EPS PT A?

Jawab!

EPS = (250.000.000-187.500.000) : 2.000.000
EPS = 31,25

Jadi EPS PT A sebesar Rp 31,25

Download Artikel Ini

Kesimpulan

Itu tadi pembahasan mengenai Rasio Profitabilitas. Sekian dari kami semoga bermanfaat dan terima kasih.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter