√ Pendapatan Nasional: Pengertian, Komponen, Cara Menghitung, dan Manfaat Menghitung Pendapatan Nasional PDF

pendapatan nasional

Pengertian Pendapatan Nasional

Bagi kamu yang masih duduk dibangku SMP dan SMA pasti tak asing dengan istilah Pendapatan Nasional. Tapi tahukah kamu apa itu yang dimaksud dengan pendapatan nasional? Pendapatan Nasional adalah pendapatan yang diperoleh seluruh masyarakat yang tinggal dalam suatu negara dalam waktu 1 tahun. Selain itu pendapatan nasional juga dapat digunakan sebagai tolak ukur kesejahteraan penduduk dari tahun ke tahun.

Komponen Atau Konsep Pendapatan Nasional

Dalam pendapatan nasional itu terbagi menjadi beberapa komponen, yakni sebagai berikut:

1. Produk Domestik Bruto (GDP)

Produk Domestik Bruto adalah jumlah total keseluruhan baik barang ataupun jasa yang diproduksi dan dihasilkan oleh suatu negara dalam kurun waktu tertentu, biasanya adalah satu tahun. Namun ini tidak terbatas pada perusahaan atau instansi dalam negeri saja melainkan juga perusahaan dan instansi asing yang tempat usahanya masih berada dalam satu wilayah negara yang sama.

Rumus menghitungnya adalah sebagai berikut:
 
"GDP = Pendapatan Penduduk Dalam Negeri + Pendapatan Asing Dalam Negeri"

2. Produk Nasional Bruto (GNP)

Produk Nasional Bruto adalah Jumlah produk atau jasa yang dihasilkan dan diproduksi oleh masyarakat atau penduduk suatu negara dalam kurun waktu satu tahun. Barang dan jasa yang dihasilkan tidak hanya dari dalam negeri saja melainkan juga penduduk negara yang menghasilkan barang dan jasa di luar negeri. Contoh, Jika ada penduduk negara Indonesia kemudian berjualan nasi pecel di Negara Brunei maka hasil dari jualan nasi pecel tadi termasuk dalam Produk Nasional Bruto.

Rumus menghitungnya adalah sebagai berikut:

"GNP = GDP + PPDN LN - PADN"

Keterangan:

PPDN LN = Pendapatan Penduduk Dalam Negeri Yang Berada Di Luar Negeri
PADN = Pendapatan Asing Dalam Negeri

3. Produk Nasional Netto (NNP)

Produk Nasional Netto adalah Produk Nasional Broto yang telah dikurangi dengan jumlah penyusutan yang terjadi ketika sedang dalam proses produksi. Penyusutan ini bersifat taksiran yang artinya bisa saja terjadi suatu kesalahan walaupun peluang salahnya kecil.

Rumus menghitungnya adalah sebagai berikut:

"NNP = GNP - Penyusutan Barang Modal"

4. Pendapatan Nasional Netto (NNI)

Pendapatan Nasional Netto adalah pendapatan yang dihasilkan oleh masyarakat dalam suatu negara yang mengacu pada jumlah balas jasa yang diperoleh dan diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.

Rumus menghitungnya adalah sebagai berikut:

"NNI = NNP - Pajak Tidak Langsung"

5. Pendapatan Perseorangan (PI)

Pendapatan Perseorangan adalah total keseluruhan pendapatan yang diperoleh oleh masyarakat, baik dilakukan dengan kegiatan maupun tanpa kegiatan. Contoh, gaji seorang pekerja kantoran, atau pendapatan yang diperoleh dengan cara seperti freelancer, youtuber, blogger dan lain sebagainya.

Rumus menghitungnya adalah sebagai berikut:

"PI = NNI - Pajak Perusahaan - Iuran - Laba di Tahan + Transfer Payment"

Keterangan:
Transfer Payment adalah Penerimaan selain dari balas jasa produksi akan tetapi diambil dari pendapatan nasional tahun sebelumnya. misalnya: dana pensiun, tunjangan, dan pendapatan lainnya.

6. Pendapatan Yang Siap Untuk Dibelanjakan (DI)

Pendapatan Yang Siap Untuk Dibelanjakan adalah pendapatan yang diperoleh masyarakat dan siap digunakan untuk belanja barang maupun jasa.

Rumus menghitungnya adalah sebagai berikut:

"DI = PI - Pajak Langsung"

Keterangan:
Pajak langsung adalah pajak yang tidak dapat dibebankan ke pihak lain, contohnya seperti pajak penghasilan.

Cara Menghitung Pendapatan Nasional 

Ada 3 cara yang bisa digunakan untuk menghitung pendapatan nasional yakni sebagai berikut:

1. Menggunakan Pendekatan Produksi

Perhitungan dengan pendakatan produksi dilakukan dengan cara menghitung nilai tambah (value added) dari berbagai sektor yang ada dalam suatu negara selama periode waktu tertentu namun biasanya adalah satu tahun. 

Menurut International Standard Industrial Classification perekonomian Indonesia itu terdiri dari 3 kelompok lapangan usaha yakni:

  1. Sektor Primer terdiri dari pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, pertambangan, maupun penggalian.
  2. Sektor Sekunder terdiri dari industri pengolahan, listrik, air serta gas.
  3. Sektor Tersier terdiri dari perdagangan, hotel, restoran, telekomunikasi, jasa pengangkutan, dan jasa yang lainnya.

Rumus yang digunakan dalam Pendekatan Produksi adalah

Y = {(Px Q1) + (Px Q2) + … + (Pn x Qn)}

Keterangan:

Y = Pendapatan Nasional
P1 = Harga barang ke 1
P2 = Harga barang ke 2
Pn = Harga barang ke n
Q1 = Jenis barang ke 1
Q2 = Jenis barang ke 2
Qn = Jenis barang ke n

2. Menggunakan Pendekatan Pendapatan

Perhitungan dengan pendekatan pendapatan dilakukan dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan yang diperoleh oleh pemilik faktor produksi yang memberikan sumbangsih dalam kegiatan produksi selama periode satu tahun.

Faktor-faktor produksi diantaranya pegawai atau tenaga kerja, modal, tanah, wirausahawan dan lain sebagainya. Pendapatan yang dihasilkan oleh faktor tersebut adalah sebagai berikut:
  • Pegawai/karyawan/tenaga kerja mendapatkan gaji atau upah.
  • Pemilik modal mendapatkan pembagian keuntungan.
  • Tanah mendapatkan sewa.
  • Wirausahawan mendapatkan laba atau keuntungan dari usahanya.

Rumus yang digunakan dalam Pendekatan Pendapatan adalah

Y = r + w + i + p

Keterangan:
Y = Pendapatan Nasional
r = Pendapatan gaji atau upah
w = Pendapatan sewa
i = Pendapatan bagi hasil atau bunga.
p = Pendapatan dari laba usaha

3. Menggunakan Pendekatan Pengeluaran

Perhitungan dengan pendekatan pendapatan dilakukan dengan cara menjumlahkan keseluruhan pengeluaran yang terjadi dari berbagai sektor seperti rumah tangga, perusahaan, pemerintah, serta pendapatan asing yang ada dalam negara selama periode waktu tertentu namun biasanya adalah satu tahun. 

Untuk jenis-jenis pengeluarannya dapat dikategorikan menjadi berikut ini.
  • Pengeluaran akibat dari konsumsi
  • Pengeluaran untuk kegiatan investasi
  • Pengeluaran untuk kebutuhan pemerintahan
  • Pengeluaran untuk kegiatan ekspor dan impor

Rumus yang digunakan dalam Pendekatan Pendapatan adalah

Y = C + I + G + ( X – M )

Keterangan:
Y = Pendapatan Nasional
C = Konsumsi Rumah Tangga
I = Investasi
G = Pengeluaran Pemerintah
X = Ekspor
M = Impor

Tujuan Manfaat Menghitung Pendapatan Nasional

Tujuan:

  1. Menilai pertumbuhan dan perkembangan ekonomi dalam suatu negara. Semakin tinggi pendapatan nasional suatu negara maka semakin makmur dan sejahtera negara tersebut.
  2. Menghitung nilai estimasi barang maupun jasa dalam suatu negara secara tepat dan akurat. Dengan menghitung pendapatan nasional maka nilai estimasi barang dan jasa dapat diketahui dengan mudah.
  3. Menganalisis apa saja faktor yang mempengaruhi kemajuan ekonomi suatu negara. Dengan menghitung pendapatan nasional maka akan mendapat gambaran mengenai faktor apa saja yang menyebabkan naik turunnya ekonomi suatu negara.
  4. Sebagai alat untuk membuat rancangan pembangunan. Dengan dihitungnya pendapatan nasional maka pemerintah akan di mudahkan dalam membuat rancangan-rancangan pembangunan agar perekonomian negara yang dipimpinnya bisa berkembang.

Manfaat:

  1. Dapat mengetahui tingkat kemakmuran suatu negara.
  2. Membantu pemerintah dalam hal evaluasi serta membantu dalam hal pembuatan kebijakan untuk meningkatkan perekonomian negara.
  3. Sebagai bahan perbandingan ekonomi antara daerah yang satu dengan daerah yang lainnya.
  4. Dapat digunakan untuk menilai apakah perekonomian suatu negara dari tahun ke tahun mengalami kenaikan atau penurunan.

Download Artikel Ini

Itu tadi pembahasan mengenai pendapatan nasional. Semoga artikel ini bermanfaat sekian dari kami dan terima kasih.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter